7 Kesalahan Yang Harus Dihindari Saat Jual Rumah Bekas

Menjual rumah tentu bukan perkara yang mudah apalagi jika dilakukan secara individu. Apalagi jika anda ingin menjual rumah untuk yang bukan di daerah perkotaan. Misalnya ketika ingin jual rumah bekas di Jogja, dan bukan pusat Jogja. Untuk

Anda yang pertama sekali baru ingin menjual rumah dalam kondisi bekas, pasti belum tahu strategi yang tepat agar rumah cepat laku.

Supaya rumah bisa cepat laku, maka anda setidaknya harus menghindari beberapa kesalahan fatal yang bisa saja terjadi saat menjual rumah. Untuk itu, berikut ini akan disajikan beberapa informasi kesalahan fatal yang wajib Anda hindari saat ingin jual rumah.

Kesalahan Saat Jual Rumah Bekas

Berikut ini beberapa salon yang banyak dilakukan oleh orang-orang saat jual rumah sehingga rumah bekas jadi sulit laku.

1. Tergesa-gesa

Artinya bahwa anda menjual rumah ketika belum mengetahui sebenarnya apa kebutuhan yang membuat Anda harus menjual rumah. Biasanya kondisi ini terjadi akibat Anda sudah punya rumah baru dan ingin menjual rumah lama.

Banyak orang tergiur untuk menjual rumah karena akan memberikan keuntungan yang besar. Tapi akan lebih baik dan lebih efektif, untuk menjual rumah dengan melakukan diskusi terlebih dahulu kepada keluarga apakah keluarga menyetujui atau tidak.

Terutama untuk rumah peninggalan orang tua yang diwariskan untuk anda. Maka lebih baik seluruh anggota keluarga tahu dan memberikan dukungan pada anda untuk menjual rumah tersebut atau tidak.

2. Tidak Mengetahui Harga Pasaran Rumah

Anda yang awan belum tidak tahu sama sekali soal penjualan rumah tentu tidak paham bagaimana harga pasaran rumah. Setiap daerah memiliki harga pasaran rumah yang berbeda-beda, bergantung dari banyak aspek. Jika rumah bekas yang ingin dijual berada di kawasan elite, tentu harga rumah akan jauh lebih mahal.

Akan berbeda harganya jika rumah Anda berada di pinggir kota. Anda juga harus mengetahui secara teliti bagaimana perkembangan harga rumah di kawasan tersebut 6 bulan sampai 1 tahun terakhir. Dengan begini, Anda tidak akan takut rugi terhadap harga pasaran rumah yang selalu di-update beberapa waktu tertentu.

3. Jual Rumah Tanpa Perantara

Menjual rumah secara mandiri tanpa perantara tentu sah-sah saja. Asalkan anda sebelumnya melakukan survei terlebih dahulu, bagaimana cara penjualan rumah dan aturan yang ada di dalamnya. Termasuk dalam aturan hukum dan akad dalam penjualan rumah.

Keuntungan ketika memiliki pengetahuan seputar penjualan rumah adalah untuk mengamankan transaksi penjualan rumah Anda agar tidak terjadi masalah. Apalagi bagi Anda yang memang baru pertama sekali ingin jual rumah tanpa perantara, riset yang mendalam soal penjualan rumah penting dilakukan.

Anda juga perlu memiliki komunikasi yang baik untuk mempresentasikan rumah Anda ke calon pembeli. Biasanya presentasi rumah yang baik dilakukan oleh agen properti, mungkin saja dengan reset Anda bisa belajar cara presentasi terbaik meski bukan ahli bagian pemasaran.

4. Desain Interior Rumah

Desain interior rumah juga perlu diperhatikan untuk membuat rumah Anda bisa lebih cepat laku dengan harga yang tinggi. Anda tidak boleh membuat desain rumah terlalu berlebihan dibanding rumah yang ada di sekitar, apalagi jika lokasinya berada di kompleks.

Membuat desain rumah terlalu berlebihan saat renovasi rumah, terkadang bisa membuat rugi karena biaya renovasinya belum tentu kembali saat rumah terjual.

5. Tidak Transparan

Saat menjual rumah, apalagi dalam kondisi bekas maka sangat penting untuk transparan kepada calon pembeli. Artinya anda perlu membeberkan atau tidak menutupi permasalahan pada rumah di masa lalu jika ada. Misalnya terdapat masalah pada kondisi kualitas air di rumah yang akan dijual, adanya genangan air dan masih banyak lagi.

Dengan transparan pada apapun yang terjadi pada rumah tersebut, maka calon pembeli punya pertimbangan yang matang. Setidaknya pembeli tetap puas jika pada akhirnya akan membeli rumah Anda.

Pembeli tidak akan melakukan komplain ketika ada masalah karena sebelumnya sudah anda jelaskan bagaimana keadaan rumah tersebut secara real.

6. Jual Rumah Yang Kondisinya Tidak Siap

Artinya bahwa anda mencoba menjual rumah padahal kondisi fisik rumah tersebut belum siap. Anda tidak boleh menjual rumah dalam kondisi yang tidak baik apalagi jika rumah tersebut sudah lama tidak dihuni. Paling tidak Anda harus memperbaiki bagian-bagian rumah yang mengalami kerusakan.

Sesimpel melakukan pengecatan ulang pada dinding rumah yang sudah mengelupas atau membersihkan ilalang dan tumbuhan liar di halaman rumah. Dengan cara seperti ini, maka pembeli lebih tertarik pada kondisi rumah Anda yang terlihat lebih baik. Apalagi jika calon pembeli langsung mendatangi atau mensurvei lokasi rumah.

7. Memiliki Ego Tinggi

Ketika tentu anda harus mengesampingkan ego terutama yang punya. Membiarkan emosi anda lebih dominan saat akan negosiasi bersama calon pembeli tentu akan merusak citra anda di depan mereka.

Bahkan bukan tidak mungkin dengan emosi Anda yang terlihat jelas, anda akan dianggap sebagai orang yang kaku. Setelahnya ada potensi besar, bahwa calon pembeli akan mundur karena sulit berkomunikasi dengan Anda penjual yang emosian.

Itu tadi 7 kesalahan fatal yang harus dihindari saat ingin jual rumah terutama ke rumah dalam kondisi bekas. Anda yang ingin menjual rumah secara mandiri tapi bingung caranya, maka bisa memanfaatkan platform Rumah.com. Di Rumah.com anda tidak hanya bisa membeli atau mencari rumah saja, tapi juga bisa melakukan penjualan rumah pribadi.

Caranya yaitu dengan mengiklankan rumah Anda di Rumah.com. Rumah.com juga menyediakan berbagai properti yang bisa di sewa bahkan rumah subsidi dan KPR. Informasi lebih lengkap Anda bisa langsung kunjungi website rumah.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *